Desifah
Selasa, 23 April 2013
STRATEGI PEMBELAJARAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu penetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perkembangan dan perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbikan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewjudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan jaman tersebut.
Atas dasar tuntutan mewujudkan masyarakat seperti itu di perlukan peningkatan mutu pendidikan yang harus dilakukansecara menyeluruh mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, prilaku, pengetahuan, kesehatan, keterampilan dan seni. Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan penjngkatan kecakapan hidup yang di wujudkanmelalui pencapain kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup, menyesuaikan diri, dan berhasil dimasa datang. Dengan demikian, peserta didik memiliki ketangguhan, kemandirian, dan jati diri yang di kembangkan melalui pembelajaran dan atau pelatihan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Oleh karna itu, di perlukan penyempurnaan kurikulum sekolah dan madrasah yang berbasis pada kompetesi peserta didik.
A. Rumusan Masalah
1. Apa konsep dasar pemrosesan informasi?
2. Apa yang dimaksud model interaksi sosial, proses informasi dan model personal?
3. Bagai mana cara menerapkan model-model tersebut?
B. Tujuan Penulis
1. Untuk mengetahui model-model pembelajaran
2. Untuk mengetahui interaksi sosial,pemrosesan informasi
3. Untuk menjelaskan bentuk hubungan guru siswa dalam mengaja
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Model Pembelajaran Terpadu
1. Hakekat belajar
Belajar pada hakekatnya adalah peroses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman,belajar juga merupakan proses melihat,memahami,dan mengamati sesuatu (Sudjana : 28). Beberapa pengertian belajar yang dipandang dari tujuan dan proses berbagai pengalaman diantaranya:
a. Belajar merupakan suatu proses,yaitu kegiatan yang berkesinambungan yang dimulai sejak lahir dan terus berlangsung seumur hidup.
b. Dalam belajar terjadi adanya perubahan tingkah laku yang bersifat relatif permanen.
c. Hasil belajar ditunjukan dengan aktifitas-aktifitas tingkah laku secara keseluruhan.
d. Adanya pranan kepribadian dalam proses belajar antara lain aspek motifasi,sikap dan sebagainya.
2. Landasan konsep belajar
a. Fisapat secara filosofis, belajar berarti mengingatkan kembali kepada manusia mengenai makna hidup yang bisa dilalui melali proses meniru,memahami,mengamati,merasakan,mengkaji,melakukan, dan meyakini akan segala sesuatu kebenaran sehingga semuanya memberikan kemudahan dalam mencapai segala yang dicita-citakan.
b. Psikologis merupakan suatu perubahan perilaku manusia yang diakibatkan oleh kegiatan belajar tanpa memahama prilakunya sendiri atau menyadari dia harus berprilaku seperti apa.
c. Sosiologis sebagai mahluk sosial maka dalam mempelajari lawan bersosialisasi, dan teman hidup bersama dapat melalui belajar sehinggamampu membangun sampai dengan negara dan bangsa.
d. Komunikasi. Komunikasi dengan pendidikan dalam proses belajar dan pembelajaran tidak bisa dipisahkan,karena dalam prakteknya belajar dan pembelajaran adalah proses komunikasi.
3. Proses pembelajaran. Prose pembelajaran hanya menerapkan kemauan dan menggunakan sarana serta mengikuti mekanisme yang telah diatur dengan baik,Dan proses pembelajaran yang telah direncanakan dengan baik akan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
4. Perkembangan konsep dasar pembelajaran
a. Persiapan proses pembelajaran menyangkut penyusunan desain(rancangan) kebiatan belajar mengajar yang akan diselenggarakan. Didalam meliputi: tujuan metode,media,sumber,evaluasi dan kegiatan belajar mengajar
b. Penyampaian pelaksanaan proses pembelajaran menggambarkan dinamika kegiatan belajar siswa yang dipadu dan dibuat oleh guru.
c. Latihan,adalah proses belajar dengan cara pengulangan. Tahap latihan dalan siklus pembelajaran perpengaruh terhadap 70% atau lebih pengalaman belajar keseluruhan. Tujuan proses ini adalah membantu peserta belajar untuk mengintegrasikan dan menyerap pengetahuan dan keterampilan baru dengan berbagai cara.
d. Penampilan hasil belajar adalah proses mengubah pengalaman menjadi pengetahuan,pengetahuan menjadi pemahaman,pemahaman menjadi kearifanm,dan kearifan menjadi tindakan.
Tujuan pemahaman hasil adalah untuk memastikan bahwa pembelajaran tetap melekat dan berhasil diterapkan serta membantu peserta belajar menerapkan dan memperluas pengetahuan dan keterampilan baru mereka pada pekerjaan sehingga hasil belajar akan melekat dan penampilan hasil akan terus melekat.
5. Hasil belajar dari pembelajara.
a. Hasil belajar pada dasarnya proses belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku secara keseluruhan baik yang meliputi, segi kognitif,afektif,dan psikomotorik. Secara umum hasil belajar dipengaruhi oleh faktor internal,yaitu faktor-faktor yang ada dalam diri siswa,dan faktor eksternal,faktor-faktor yang ada diluar diri peserta didik.
b. Motivasi menuju hasil pembelajaran motivasi merupakan dorongan dalam diri yang mempengaruhi kesiapan untuk memulai melakukan rangkain kegiatan dalam suatu prilaku.motivasi dapat berupa interen maupun eksteren.
B. Model interaksi sosial
Model dari kategori ini menekankan pentingnya hubungan sosial yang berkaitan dalam proses interaksi sosial di antara individu. Hal ini dapat diperlakukan sebagai tujuan pendidikan ataupun juga sebagai alat pendidikan. Model yang berorientasi pada interaksi sosial adalah dimaksudkan sebagai upaya memperbaiki masyarakat dengan memperbaiki hubungan-hubungan interpersonal mulalui prosedur demokratis, yaitu demokrasi pancasila yang menekankan pada musyawarah untuk mencapai mufakat. Secara filosofis model dari kategori ini berasumsi bahwa pendidikan dapat mengembangkan individu secara individual dengan merefleksikan cara-cara menangani berbagai informasi dalam konsep dan nilai-nilai. Suatu masyarakat yang memiliki reflektif akan mampu meningkatkan dirinya dan memelihara keunikan setiap individu. Proses demokrasi adalah serasi dari interaksi diantara dua pribadi yang unik setiap individu.
a. Model investigasi kelompok
Model ini dikembangkan oleh Jhon Dewey dan Herbert A. Thelen yang menggabungkan pandangan-pandangan proses sosisal yang demokratik dengan penggunaan setrategi-strategi intelektual atau ilmiah untuk membantu manusia menciptakan pengetahuan dan manusia yang teratur dengan baik.
Model tersebut didasari pandangannya tentang citra sosial manusia. Manusia tidak berkembang secara harmonis tanpa merujuk manusia yang lainnya. Dalam hubungannya dengan sekolah maka kelas menurut Herbert merupakan bentuk kecil masyarakat, yang memiliki keteraturan, dan budaya dimana para siswa memperhatikan dan memeliharanya dalam mengembangkan pandangan hidupnya yaitu ukuran dan harapan. Siswa mempelajari cara-cara ilmiah melalui berbagai pengetahuan dan keterampilan serta nilai-ailai yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah. Disinilah kiranya peranan model penelitian dalam pengajaran IPS.
Beberapa hal yang dapat di tarik dari model ini adalah:
1) Sistem sosial.model tersebut adalah demokratik.
2) Prinsip-prinsip reaksinya adalah guru bertindak sebagai konselor tanpa mengganggu struktur yang ada.
3) Sistem yang menunjang. Dukungan yang diberikan guru bersifat ekstensif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
4) Model yang dapat digunakan untuk semua bidang pelajaran dan juga dapat digunakan untuk semua bidang pelajaran dan juga dapat digunakan sebagai aspek di dalam merumuskan dan memecahkan masalah.
b. Model inkuiri sosial
Bentuk kedua dari kelompok model yang berorientasi pada interaksi sosial dikembangkan oleh Byron Massialas dan Benyamin Cox. Istilah inkuiri belum lama muncul dalam tulisan-tulisan tentang pendidikan khususnya dalam pengajaran di Indonesia. Pengertiannya berbeda menurut konteksnya. Sebagai contoh inkuiri misalnya dapat berarti sikap umum terhadap belajar yang berpusat pada anak yang berarti bahwa perlu dikembangkan inkuiri yang bersifat alami pada anak. Pengertian lainnya adalah menggunakan cara inkuiri dari disiplin ilmu pengetahuan sebagai model mengajar. Secara umum yang dimaksud adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk memikirkan secara sungguh-sungguh dan terarah dan merefleksikan hakekat kehidupan sosial kehidupan khususnya kehidupan siswa sendiri dan arah kehidupan masyarakat dalam upaya memecahkan masalah-masalah sosial. Menurut para pengembangnya, fungsi sekolah dalam masyarakat modern adalah untuk berpartisifikasi secara aktif dan kreatif dalam menyusun kembali budaya masyarakat untuk itu mereka mengkaji tiga ciri-ciri esensial kelas yang reflektif.
• Pertama adalah model inkuiri tidak dapat digunakan dalam semua jenis kelas. Model inkuiri memerlukan iklim terbuka dalam diskusi dimana para siswa mengemukakan gagasan tentang masalah tertentu.
• Kedua adalah kelas harus menekankan pada jawaban yang bersifat sementara (hypothesis) karna itu diskusi kelas yang bersifat hipotetik.
• Keyiga kelas yang reflektif adalah menggunakan fakta-fakta sebagai bukti.
Dalam peneran model ini perinsip reaksi guru adalah membentuk siswa dalam berinkuiri dan menjelaskan posisi. Juga membantu siswa dalam memperbaiki metode kerjanya dan dalam melaksanakan rencananya. Sistem sosialnya adalah agak tersetruktur, dimana guru sebagai pemrakarsa inkuiri dan melihat fase-fase yang di lalui siswa. Sistem yang dapat mendukung adalah keterbukaan dan tersedianya perpustakaan serta sumber-sumber yang kayak informasi di masyarakat merupakan salah satu kebutuhan dalam melaksanakan model ini. Mengenai keterlaksanaan model, paling tidak ada tiga hal yang dapat dikemukakan.
• Pertama model mengajarkan kepada siswa untuk berfikir tentang masalah sosial yang penting.
• Kedua,model tersebut menekankan pentingnya pelajaran ilmu-ilmu sosial dalam upaya mengembangkan pemecahan masalah sosial yang penting.
• Ketiga dengan demikian maka struktur dan cara inkuiri dari di siplin ilmu-ilmu sosial dapat digunakan dalam bidang-bidang yang menjadi kepentingan manusia.
C. Model Pemrosesan Informasi
Model tersebut menekankan pada cara siswa memproses informasi. Tujuan utama dari model kategori ini adalah membantu siswa mengembangkan metode atau cara-cara memperoses informasi yang diperoleh dari lingkunannya. Model-model ini juga menjelaskan cara memperoses informasi dengan pendekatan yang berbeda. Sebagai contoh misalnya model mengajar induktif yang di kembangkan oleh Hilda Taba, berfikir adalah berfikir dari spesifik ke umum. Dalam berfikir induktif seseorang melakukan beberapa pengamatan yang kemudian berproses kedalam sebuah konsep atau generalisasi. Berfikir deduktif adalah sebaliknya dari berfikir induktif . berfikir induktif adalah suatu proses berfikir dari umum ke khusus. Salah satu bentuk umum berfikir deduktif adalah yang dapat didefinisikan sebagai sebuah argumen yang berisi dua pernyataan atau priposisi dan kesimpulan.
a. Model mengajar induktif
Berbagai penelitian besar yang telah di lakukan terhadap proses berfikir manusia sejak adanya pendidikan secara tertulis. Juga berbagai metode telah di kembangkan untuk menjelaskan dan meningkatkan cara-cara memproses informasi dan pemecahan-pemecahan masalah.model mengajar induktif telah di kembangkan oleh Hilda Taba di dalam studi eksperimennya ia berupaya menyediakan strategi mengajar yang memungkinkan siswa menangani informasi. Dengan strategi itu kemampuan siswa untuk menangani informasi merupakan kemampuan yang akan di kembangkan.
b. Model pemerolehan konsep
Model mengajar pemerolehan konsep di kembangkan Jerome S, Bruner, Jecqueline Goodrow dan George Austin t ahun 1956. Model tersebut lahir dari studi tentang proses berfikir manusia.
Pemerolehan konsep berproses melalui empat tahapan seperti berikut:
1) Fase pertama data di presentasikan kepada pelajar, data mungkin saja tentang kejadian-kejadian manusia unik yang dapat di bedakan (discriminatable). Siswa menggambarkan bagian-bagian dari informasi dengan berbagai jenis tersebut, dari mana konsep di kembangkan.
2) Fase kedua di mulai dengan menganalisis strategi-strategi untuk memperoleh konsep oleh siswa.
3) Fase ketiga pada fase ini siswa mengkaji jenis-jenis konsep dan atribut-atributnya dalam berbagai jenis bahan yang sesuai dengan usia dan pengalamannya.
4) Fase keempat, pada tahap ini siswa mencoba membentuk konsep-konsep, sebab itu konsep ini disebut juga ‘ concept formation’ atau concpt learning’ dan mengajarkannya kepada yang lain untuk memperoleh konsep melalui bermain.
c. Model mengajar pengembangan
Telah di kembangkan oleh Piaget ahli psikologis dari swiss yang melakukan studi secara intensif tentang perkembangan kognitif sisaw untuk waktu kurang lebih lima puluh tahun. Berdasarkan studi yang di lakukannya itu ia mencoba menggeneralisir perinsip-prinsip pengembangan intelektual tertentu pada anak dan sesudah itu. Dia kemudian menyusun strategi mengajar berdasarkan penelitiannya tentang pengembangan kognitif, ada dua strategi.
1) Menggunakan gambar perkembangan untuk mendorong segala sesuatu yang dilakukan sesuai dengan pendidikan untuk anak muda pada tingkatan penembangannya setiap waktu.
2) Menggunakan pola-pola pengembangan untuk menggerakan strategi mengajar atau mempercepat agar hal itu terjadinya lebih cepat di bandingkan dengan jika tidak di berikan intervensi.
d. Model menyusun yang lebih maju (Advance Organizer Model)
Model mengjar tersebut telah di kembangkan oleh David Ausubel, yang oleh Paul D. Eggen dkk, menyebutnya dengan model Ausubel yaitu suatu model mengajardeduktif dalam memproses informasi yang didesain untuk mengajarkan kumpulan isi (body contents ) yang saling berhubungan.Model tersebut menampilkan sebuah teori tentang cara memproses informasi agar belajar verbal memberi makna.
D. personal Model
Model ini didasarkan pada asumsi bahwa seseorang adalah sumber pendidikan. Model-model dalam klompok ini memusatkan perhatiannya pada individu dan kebutuhannya. Individu di bantu melalui upaya menciptakan lingkungan yang merangsang (stimulating) agar individu tersebut merasa nyaman untuk melaksanakan tugas-tugasnya dan mengembangkan kemampuannya sampai pada tingkat yang optimum bagi kesejahtraan masyarakat. Keseluruhan model tersebut berusaha memahami sifat-sifat indicidu guna meningkatkan pribadi dan kemampuannya serta menghubungkannya denagan hal-hal produktif lainnya.tesis utama dari model kategori ini adalah membantu individi-individu menciptakan pemecahan baru terhadap masalah individu dan masalah masyarakatnya. Tugas-tugas melalui model ini di rampungkan dengan membantu siswa dalam memilih kegiatan-kegiatan yang juga dapat berarti bahwa mereka sendirilah yang memilih tujuan pengarangannya. Model-model dalam kategori ini paling tidak ada dua.
1. Model mengajar bebas ( Non Direktive Teaching Model )
Model ini di kembangkan oleh Carl Rogers. Ia pada mulanya tertarik dengan pengembangan teknik yang mengandung unsur pengobatan (therapeutik thecnique) guna mengobati penyakit mental kemudian ia memperluas penggunaan trapinya kepada proses mengajar belajar. Asumsi pokok yang mendasari modelnya adalah bahwa setiap individu dapat mangatasi sendiri masalah kehidupannya dengan cara-cara yang konstruktif.
Menurut Rogers model mengajar yang berorientasi pada siswa ini akan melalui dua tahapan dalam menerapkannya.
a. Menciptakan suasana yang tepat di kelas oleh guru.
b. Mengembangkan tujuan-tujuan individual atau kelompo
Sebagai prasyarat bagi pengembangan iklim kelas yang dapat di terima adalah kepercayaan pada diri siswa dan kemampuan untuk mengimplementasikan tujuan-tujuan sebagai kekuatan pendorong di samping belajar.
Iklim yang dapat di terima dapat diciptakan oleh guru dengan membantu siswa melahirkan masalah dan di bahas secara bersama-sama dan menemukan pemecahannya, berkaitan dengan pelajaran. Dalam model mengajar bebas ini guru berupaya mendapatkan dan mengungkapkan tujuan dan membantu siswa mengenali tujuan-tujuan yang bersifat unik dan umum. Pada tahapan berikutnya individu dan kelompok mengenali tujuan atas mana mereka akan bekerja. Tujuannya adalah membentuk pengalaman belajar. Siswa kemudian mancapai dan menilai dan merumuskan kembali tujuan-tujuan pada kegiatan berikutnya. Tugas utama guru adalah menyediakan sumber-sumber untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Gurupun dapat berpartisipasi dalam kegiatan namun pandangannya adalah bersifat indifidual.
1. model pertemuan kelas (Class Room Meeting Model)
model ini dikembangkan oleh Robert Glaser. Dia mengembangkan tekhnik pengobatan yang dikenal dengan pengobatan nyata (Reality Therapy). Dia menduga bahwa manusia gagal di dalam upayanya mencapai tujuan tidak hanya di sebabkan oleh dirinya tetapi pada tingkat hubungan antar pribadi atau pada tingkat masyarakat. Ada enam tahap yang di lalui dalam model ini. Tahapan-tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1) mencitakan suasana untuk terlibat
2) mengajukan masalah untuk didiskusikan
3) melakukan penilain dan pertimbangan tentang prilaku mereka
4) guru dan siswa secara bersama menetapkan alternatif pemecahan
5) guru mendorong siswa untuk bertanggung jawab (commitmen)
6) menindak lanjuti keputusan yang telah di ambil
dalam melaksanakan model ini dikelas, perilaku guru paling tidak dipandu oleh tiga dasar
a) prinsip keterlibatan secara aktif yang berarti bahwa guru harus menampilkan kehangatan, menunjukan perhatian dan hubungan yang peka dengan siswanya.
b) Guru harus mendorong siswanya untuk menerima tanggung jawab untuk prilakunya sendiri dan teman kelasnya.
c) Berupaya untuk menumbuhkan tanggung jawab, keterbukaan dan mengarahkan diri sendiri bagi perkembangan yang seimbang.
BAB III
SIMPULAN
Model mengajar marupakan sebuah perencanaan pengajaran yang menembangkan proses yang akan di tempuh dalam proses belajar mengajar agar dicapai prilaku yang diharapkan.
Model-model mengajar tersebut di dasari oleh beberapa asumsi diantaranya: mengajar adalah upaya menciptakan lingkungan yang sesuai, dalam mengajar terdapat beberapa komponen yang saling berinteraksi yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan terjadinya belajar atau sebaliknya. Sebuah model akan meliputi fokus sebagai aspek sentral sebuah model, yang melambangkan lingkungan pendidikan (model dalam tindakan) meliputi kegiatan-kegiatan yang disusun berdasarkan tahapan-tahapan, juga sistem sosial yaitu hubungan antara guru dan siswa, bagi berhasilnya dengan baik penerapan strategi-strategi mengajar. Berdasarkan sumber-sumber utamanya maka paling tidak dapat di kolompokan empat sumber yaitu:
1) Konsep basar model pembelajan
2) Model interaksi sosial
3) Model proses informasi dan
4) Model personal
Senin, 15 April 2013
ARTI SAHABAT
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cubaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cubaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…
persahabatan sejati bisa mengatasi cubaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara automatik tetapi
memerlukan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,-
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.
memerlukan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,-
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat memerlukan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
memerlukan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang diperlukan oleh sahabatnya.
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
memerlukan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang diperlukan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi sebagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti memerlukan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti memerlukan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antara lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antara lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**
| Sejarah IAID |
|
|
|
Institut Agama Islam Darussalam (IAID) adalah Perguruan Tinggi
Agama Islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan
kepesantrenan, yaitu Pondok Pesantren Darussalam. Pendidikan Tinggi
Islam yang lahir pada tanggal 1 Juni 1970 ini sejak lama dipercaya
pemerintah dan masyarakat untuk mendidik calon-calon
sarjana-ulama-cendekia, yang memiliki visi ke-Islam-an, keilmuan,
kebangsaan dan kemasyarakatan. Kepercyaan itu dibuktikan dengan jumlah ribuan alumni yang tersebar hampir di seluruh pelosok nusantara dalam berbagai peran dan kedudukan. Pada awal berdirinya, IAID hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah. Kemudian melalui usaha keras, saat ini telah ada tiga fakultas dan satu program, yaitu Fakultas Syari’ah (Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah), Fakultas Tarbiyah (Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), Fakultas Dakwah (Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam), dan Program Pascasarjana/S2 (Program Studi Pendidikan Islam. Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah pernah didirikan, tetapi kemudian diubah menjadi Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam sesuai dengan tuntutan dan perkembangan yang ada. Program Diploma PGSD/PGMI juga pernah ada tetapi kemudian ditingkatkan statusnya dari Program Diploma menjadi Program Strata Satu. Secara kronologis, sejarah perkembangan IAID dapat dilihat dari peristiwa-peristiwa penting yang terjadi, yaitu:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)

